A woman is like a tea bag- you never know how strong she is until she gets in hot water (Eleanor Roosevelt) I don't do fashion, I am fashion (Coco Chanel) Imagination is more important than knowledge (Albert Einstein) If you can’t fly then run, if you can’t run the walk, if you can’t walk then crawl, but whatever you do you have to keep moving forward (Martin Luther King)sometimes the object of the journey is not all about the end but the journey itself(fortune magic cookies)

Showing posts with label personal thought. Show all posts
Showing posts with label personal thought. Show all posts

a mini monologue about M word

Mar 30, 2010

sebenernya gw bukan orang yang ribet kalo ngomongin masalah nikah atau kawin atau whatever it is. semenjak hubungan gw kandas di usia nyaris 3 tahun, gw bener-bener belajar banyak hal yang bikin mikir dua kali sebelom berani memutuskan buat maju ke jenjang selanjutnya. so, jadilah gw gak terlalu peduli dengan urusan pernikahan, kapan gw harus nikah, gimana konsep pestanya, dsb. tapi gw tetep ingin menikah kok suatu hari nanti. paling hanya ada satu motivasi gw (sekarang ini) kalopun gw nikah, gw pengen keluar rumah dan bebas ngatur hidup gw semau gw tanpa campur tangan dari pihak manapun ( si pintar ini ngira nikah sama kaya ngekost kayanya LOL).

terus kenapa gw bahas kalo masalah ini gak gitu penting? karena gw terkesima (bleh) mendapatkan 4 biji undangan perkawinan minggu ini. empat! gw langsung mikir, gila ada apa dengan orang-orang ini? kenapa semuanya pada buru-buru sih kaya lagi cuci gudang gini? atau sebenernya malah gw yg aneh?
hey don't leave me. LOL
timbul sedikit (sedikit, lho) pertanyaan,
will I get married someday? umur udah 24 tahun, masih single (tapi laku kok), happy (okey, not really) dan memiliki terlalu banyak impian yang mau dikejer. akankah ada salah satu dari beratus juta lelaki yang ada didunia ini yang merupakan jodoh gw nantinya? bisa milih gak siapa itu orangnya, Tuhan?

gw orang yang open minded dan santai. gw cukup menerima setiap perubahan didunia ini tanpa perlu ambil pusing.
but I can change into a little bit conservative yet complicated one when it talks about a relationship between a man and woman. gw sedikit menganut aliran jaman baheula. agak susah menerima perselingkuhan dan pengen ngebotakin setiap cowo yang hobby flirting. meskipun sekarang udah gak se-saklek dulu, apalagi dengan kenyataan mayoritas dilingkungan gw dipenuhi trik intrik perselingkuhan temen-temen gw dan gw terlibat didalamnya sebagai saksi mata hahaha. gw agak monoton, ingin dicintai (hahaha kampung), setia dan susah sekali jatuh cinta (pret!). dan parahnya gw gak bisa basa-basi dan galak! cukup buat bikin lelaki bermental kerupuk kalah sebelom berperang hahahahahaha.
dan kenyataannya pun gw masi asyik ber-complicated dengan perasaan gw bersama the last person in my L life
. gw cuma pengen semuanya 'sembuh' dengan sendirinya. just enjoying it and letting time heals. apapun, yang pada akhirnya terbaik buat semuanya. dan biarkan tuhan membantu jalannya siapa jodoh kita ntar. cekaceka sok wise!

so, gw cuma bisa berdoa semoga tuhan gak lupa nulis jodoh gw dulu sebelom ngelempar gw kesini. amin.

lessons from my idleness

Feb 20, 2010


bulan ini, tepat setahun saya jadi sampah dalam hidup saya. setelah 18 tahun berstatus seorang pelajar dengan posisi ongkang-ongkang kaki karena masih menerima passive income dari orangtua benar-benar membuat saya terkaget-kaget dan harus melakukan adaptasi seadanya. harusnya, ini adalah saatnya saya untuk menunjukkan taring dan melihat dunia dari perspektif yang lebih real, namun kenyataannya saya diminta untuk lebih bersabar dan menunggu sampai saat saya itu tiba. honestly, setahun menjadi seseorang yang tidak memiliki kejelasan status alias jobless benar-benar banyak memberikan pukulan tersendiri dalam hidup saya. mungkin, ini adalah bentuk perhatian tuhan agar saya selalu inget bahwa hidup ibarat roda, selalu berputar. dan setahun ini pun saya diberi cukup banyak waktu untuk merenung dan belajar.

ada beberapa point yang dapat saya tandai dari berbagai macem sumber yang di-mix dengan hasil pemikiran saya (terkadang suka didramatisir haha) selama masa kurang kerjaan yang (terlalu) lama ini dan semuanya saya tujukan khususnya kepada diri saya sendiri. sengaja saya abadikan dengan tulisan biar saya selalu ingat because it's not so long from this time, I am going to leave this phase and entering a new chapter, a carrier woman (cailah neng)! here they are.

time flies . yeah true. saya bener-bener nyesel, demi tuhan, udah mensia-siakan waktu saya selama 365 hari bahkan lebih. seharusnya dalam hitungan ratusan hari itu saya bisa lebih produktif dan kreatif memaksimalkannya (I believe that I have some potentials). tapi saya lebih memilih stuck dengan keadaan dan selalu merasa terpuruk (akibat lebay). sebenarnya ada beberapa kemajuan yang saya buat seperti: saya udah bisa nyetir sendiri, sedikit memasak, aktif di blog, dan beberapa hal kecil lainnya. tapi saya merasa itu tidak cukup. harusnya saya bisa melakukan sesuatu yg lebih dari itu. dan itu semua baru saya sadari sekarang. I feel so sorry to my self for wasting my one year time. OMG, I really sucked. dari sini saya berjanji kepada diri saya agar setidaknya mulai sedikit memaksimal waktu yang tersisa dalam hidup saya. terlalu banyak yang ingin saya capai, membuat saya merasa 24 jam itu kurang. kenapa bumi tidak berotasi dalam waktu 36 jam saja? oh, I really need to maximalize everything.

people changes
. semakin lama kita hidup, semakin berjenis-jenis orang yang kita temui. diantara semua orang yang kita kenal itu, tidak semuanya juga akan cocok dengan diri kita. and there's no 'forever' word untuk masalah kecocokan ini bahkan untuk seorang teman yang kita rasa sangat match sekalipun. tiap orang bisa berubah setiap saat tanpa bisa kita indahkan. atau sebenarnya, malah diri kita sendirilah yang berubah. dulu saya sangat concern dengan hal seperti ini. seiring umur saya semakin banyak mengerti dan yang saya perlukan hanyalah let it flow atau bawa santai saja. tidak perlu memaksa kalau perubahan itu tidak membawa kecocokan kepada saya.


people needs to have a dream. and if it failed, people have to gain a new dream. saya termasuk orang yang tidak takut bermimpi. saya sudah melihat sendiri bukti nyata dari hasil saya bermimpi dengan saya bisa kuliah di salah satu universitas terkemuka di Indonesia. kalau boleh di bilang "it was a dream come true" untuk seorang anak daerah seperti saya. ini yang membuat saya tidak pernah berhenti untuk terus bermimpi. akhirnya beberapa mimpi saya gagal saya raih tahun ini. saya benar-benar merasa terpukul dan nyaris tidak lagi percaya dengan yang namanya mimpi. sayang menjadi pesimis (hanya berusaha terlihat optimis). sampai ada satu tekanan tidak terima dari diri saya. gini doang perjuangan lo? saya berusaha bangkit dan menemukan mimpi baru karena saya tidak boleh kalah dan menyerah dengan keadaan. dan sekarang saya mulai kembali memelihara mimpi, mimpi-mimpi terbaru saya (cailah!) sedikit demi sedikit. for you people, if you still don't believe in power of dreaming, so you must to watch or read "Sang Pemimpi" because mimpi adalah kunci.

motivation is one of the most important things for living life. ketika seseorang amatir seperti saya diberi cobaan yang bertubi-tubi, pasti saya bales dengan keluhan yang gak kalah bertubi-tubinya. apalagi disaat sensitif seperti ini (yeah, my status as a jobless lady makes me becoming a cranky monster!) sangat riskan buat saya untuk selalu menyalahkan keadaan. i felt so terrible and lack of motivation! apa sih yang bisa memotivasi saya kalau segala sesuatu yang saya dapatkan tidak sesuai dengan yang saya inginkan? saya kehilangan acuan dan target-target saya yang sungguh saya butuhkan untuk melalui quarter-life-crisis. untungnya saya dikelilingi oleh orang-orang yang selalu setia memberikan support dan masukan-masukan berarti. saya sedikit mendapatkan enlightenment. yah, walau saya masih belom mendapatkan kembali motivasi-motivasi yang benar-benar kuat. maybe, it will come as long as time pass by.

don't force people to understand your thought. sebagai contoh banyak orang men-judge saya tidak bersyukur bisa lulus menjadi Pegawai Negeri Sipil karena saya terus-terusan mengeluh 'why this happened to my life'. menurut mereka PNS adalah sebuah pekerjaan yang dimpi-impikan oleh jutaan orang dan sangat menjanjikan untuk hari tua dengan dana pensiunnya. banyak orang yang rela tiap tahun setia mengikuti tes yang sama atau bahkan sampai membayar ratusan juta untuk bisa masuk dalam satu departemen kepemerintahan ini. dan saya, bisa lulus dalam satu kali tes tanpa uang sepeser pun. benar-benar keberuntungan, bukan? but, i have different thought at least for now. kenapa? karena ini bukan mimpi saya. bukan sesuatu yang saya elu-elukan. bukan juga passion saya. mereka tidak berada dalam posisi saya. yeah, ini yang tidak dimengerti orang-orang, betapa beratnya melepaskan sesuatu yang sangat saya idam-idamkan buat susuatu yang terpaksa saya terima. saya akui saya tidak sampai hati untuk melepaskannya karena saya tidak sanggup menyakiti beberapa pihak dan tidak cukup nyali memulai sesuatu tanpa modal restu. sampai sekarang pun saya masih tidak habis fikir kenapa orang-orang begitu meng-elu-elukan pekerjaan ini. apakah tunjangan masa tua begitu membutakan? ataukah masalah prestige? saya sendiri sama sekali tidak merasa bangga bisa menjadi PNS dan apabila ini bisa ditukar saya rela menukarnya. Mario Teguh sendiri bilang 'kenapa kita harus mempertahankan dana pensiun tetapi sepanjang hidup kita menderita padahal kita hidup untuk sekarang bukan nanti?' waw! it's so toughful! I can't agree more. tapi ini adalah sekedar pemikiran saya, saya tidak akan memaksa orang-orang untuk bisa sejalan dengan saya.

so, apa kesimpulan dari ocehan saya yang ngalor ngidul tanpa tujuan itu? hahaha saya pun bingung. yang paling penting menurut saya sekarang adalah living life. selagi saya masih bernafas nothing is impossible. I believe that time heals.
I've read some books about self-development or self-motivation, which state typical suggestion about living this life: never give up. Actually, it is such an easy to say yet hard to practice! LOL

(pic source from here)

is it true that money can't buy happiness?

Feb 6, 2010

akhir2 ini kehidupan gw (yang tadinya gw rasa) mulai stabil kembali labil. gw mulai merasa hidup gak mau diajak berkompromi padahal gw udah mengibarkan bendara putih sejak lama. dan semakin parah diiringi dengan keadaan uang di dompet yang semakin tiris dan semakin kosong.
yeah. it's true. keadaan keuangan bener-bener mempengaruhi tingkat kestabilan emosi gw. apalagi disaat kebutuhan meningkat tetapi tidak didukung dengan pemasukan. gw bukannya orang yang gak punya skala prioritas sehingga keadaan keuangan gw kacau balau sekarang-sekarang ini. gw punya.
dan gw memang hobby belanja, tapi gw termasuk pembelanja yang selektif, pintar dan cukup tau diri untuk tidak berbelanja kalo keadaan tidak memungkinkan. nah, ketika gw berada dalam keadaan buat mencukupi skala prioritas gw aja sulit, what should I do? gak bermaksud lebay, it all can totally ruin everything.

keadaan ini sering membuat otak gw berfikir lebih jauh. gw sering bingung dengan beberapa orang yang bilang 'money can't buy you happiness'. frasa ini bener-bener bikin gw mikir, emang bener? soalnya gw belom pernah berada dalam posisi bener-bener berlimpah materi, lho!
memang penyakit manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang dia punya termasuk gw sendiri. dang mungkin standar kebahagiaan tiap orang itu beda-beda. kita gak akan pernah bisa memaksakan persepsi kita bisa sama dengan orang. untuk sementara inilah presepsi dan hasil pemikiran gw sebagai orang yang tidak pernah hidup berlebihan secara materi.

ada yang bilang 'dengan gw bisa beli sepatu, baju, tas, gadget terbaru dan berbagai barang laennya belom berarti hidup gw bahagia karna orang tua gw ga pernah ngeperhatiin gw' atau 'nih hasil dari banyak duit, bokap dan nyokap gw selingkuh, keluarga gw berantakan'. yang ini mungkin bukan uang yang bisa lo persalahkan tetapi lebih masalah kontrol diri masing-masing orang. dan, hey honey, lo punya uang yang sebenernya bisa lo pake sebagai alat buat lo nyari kebahagiaan dari hal-hal laen yang lebih memungkinkan.
ciptakan kebahagiaan sendiri dengan uang yang lo punya. apa kabar dengan orang yang selaen gak punya cukup uang, keluarga berantakan dan love life nya gak pernah berhasil? dan apakah ketika lo punya keluarga utuh lo tapi kekurangan secara materi akan membuat lo lebih bersyukur dengan keadaan lo yang sekarang? ketika temen-temen lo bisa nongkrong di cafe ternama dan bolak-balik masuk counter ZARA sementara lo cuma bisa senyum-senyum gigit jari lo tetep merasa bahagia? I'm not really sure. maka bersyukurlah. banyak yang iri dengan posisi lo. dan jangan salah, banyak keluarga bahagia yang jadi hancur lebur hanya gara-gara masalah keuangan di keluarganya kurang stabil.
pernah juga melihat orang gak bersyukur punya uang karena dia lebih kepengen terlahir cantik dan pinter daripada berlimpah materi. orang tipe ini emang mikirnya yang agak sempit atau gimana yah? belom tau dengan istilah operasi pastik, beauty saloon, christian louboutin shoes dan personal beauty assistant. seekor itik buruk rupa bisa berubah jadi angsa yang menawan asal ada uang. juga kurang membuka mata kalo sekarang bertebaran les-les yang bisa mengasah otak dan mengembangkan bakat. media-media pendukung seperti internet dan televisi yang membuat segalanya lebih mudah. tidak mengerti kalo banyak baca bisa jauh meningkatkan kualitas berfikir otak. bisa masuk universitas-universitas mahal dan berkualitas untung menaikan gengsi (karena universitas ternama sekarang banyak yang komersil). semua bisa lo dapet, asal lo punya uang yang cukup untuk membeli semuanya.

menurut pemikiran gw sendiri, money can buy happiness. bukan dalam arti harfiah tetapi lebih kebagaimana uang itu bisa membantu sebagai alat agar kebahagiaan bisa kewujud. apakah gw kedengan matrealistis? i don't think so. gw cuma berusaha mikir lebih realistis setelah mendapat banyak pembelajaran berharga dari dua tahun terakhir even my whole life. hanya orang-orang yang gak pernah ngerasain gimana rasanya tidak punya uang dan betapa susahnya mencari uang yang mikir seperti itu (gw pernah ngerasain keduanya). kenapa gw bilang seperti ini? coba tanya kepada pedagang asongan dan kalo perlu rasakan seminggu menjadi gelandangan. apakah masih akan bilang kalo uang gak bisa beli kebahagiaan?
coba juga tanya keseorang gadis pintar dan berparas cantik yang terpaksa melacur karena terpaksa harus menjadi tulang punggung keluarga? atau paling simpel, coba tanya kepada ibu-ibu yang lagi bingung memilih susu untuk anaknya dikarenakan gaji dari suami yang paling dicintainya tidak cukup bila ia membeli susu merk ternama disaat ekonomi semakin menghimpit?
money is not everything, but it help you much in this life.